sacikeas
Berita

<< kembali

Green Festival: Memupuk Generasi Hijau
Kamis, 10 Desember 2009 08:25


Berakhir; sudah pesta "hijau.", Green Festival 2009. Beragam informasi yang tersaji diharapkan akan bermuarapada tindakan nyata sekecil apapun itu untuk menyelamatkan bumi dari pemanqsan global.

Optimisme dan harapan bakal adanya perubahan serta masa depan yang lebih baik menguat melihat anakanak yang antusias mengikuti berbagai kegiatan di arena Green Festival, yang bertemakan isu kepedulian" terhadap lingkungan hidup dan pemanasan global.
Pada hari terakhir Green Fes­tival, Minggu (6/12), pengunjung memadati lima area hijau (listrik, sampan, kendaraan, air,'dan pohon) serta terowongan pengalaman untuk merasakan dinginnya kutub, ngerinya melihat bongkahan es kutub yang mencair, panasnya hutan yang terbakar dan gundul, serta kacaunya Jakarta kala dilanda banjir.
Di terowongan pengalaman, terlihat banyak orangtua dan anak-anak berdiri di depan komputer sibuk menghitung jumlah sampah yang dihasilkan setiap bulan. Di dalam terowongan itu pula setiap saat terdengar anak bertanya kepada orangtuanya, mengapa hutan bisa terbakar dan kenapa es kutub mencair. Ada juga yang bertanya, kalau es kutub mencair, nasib beruang kutubnya gimana?
Di zona listrik pun panitia kewalahan menjawab serentetan pertanyaan anak-anak, seperti mengapa tidak boleh menghidupkan lampu dan bolehkah menonton TV setiap hari. "Mereka tanya terus. Capek juga, tapi senang karena ternyata, anak-anak ingin tahu," kata Rahima yang menemani anaknya mendengarkan dongeng di area bermain anak
Pimpinan Panggung Hiburan Bonekaria dan pendongeng, Heru, mengingatkan agar jawaban tidak disampaikan dengan cara menggurui. Akan lebih baik disampaikan dengan memberikan contoh nyata yang dipraktikkan sehari-hari oleh orangtua.
Contoh-contoh kebiasaan untuk membuang sampah atau sayang pada pohon disampaikan tanpa henti di area bermain anak melalui permainan, dongeng, dan pertunjukan boneka.
Antusiasme anak-anak tingkat sekolah dasar pun tidak kalah tinggi. Ini ditunjukkan pada saat final cerdas cermat Green Competition. Pertanyaan seputar pemanasan global dijawab dengan mudah dan semangat.
Semangat menjaga kebersihan area GreenFest ditunjukkan 16 polisi kebersihan dari Sekolah Alam Cikeas yang berpatroli menegur perokok dan orang yang membuang sampah sembarangan. Sayangnya, mereka kerap tidak digubris, terutama oleh para perokok, meskipun sudah menunjukkan papadan dilarang merokok di depan para perokok.
Bahkan, bungkus dan minuman masih saja dibuang sembarangan. Padalah tersedia tempat sampah dalam jumlah lebih dari cukup. Jiika anak-anak saja antusias menjaga lingkungan sekitarnya, mengapa kita tidak? (LUK). Diambil dari artikel kompas tanggal 7 desember 2009, hal 13.



<< kembali